Showing posts with label Kuliah Jaringan Komputer. Show all posts
Showing posts with label Kuliah Jaringan Komputer. Show all posts
Firewall
Firewall atau tembok-api adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Tembok-api umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap modal digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi hakikat.
Firewall DMZ – memberikan suatu segmentasi jaringan jika anda perlu hosting public resources seperti web server dengan aman.
Untuk menghubungkan jaringan private / business kita dengan jaringan public seperti jaringan Internet, tentulah kita harus mengatur aliran traffic paket dengan menggunakan perangkat Firewall yang diperkuat dengan policy keamanan. Dengan firewall, semua traffic dipaksa melalui satu check point tunggal yang terkosentrasi dimana semua traffic di kendalikan, di-authentikasi, di filter, dan di log menurut policy yang diterapkan pada firewall tersebut. Dengan cara ini, kita bisa mengurangi secara significant akan tetapi tidak menghilang kan traffic yang tidak kita harapkan yang akan mencapai jaringan private kita.
Kemudian bagaimana kalau kita akan meletakkan beberapa public resources (seperti server web) yang memang disediakan untuk bisa diakses oleh user umum dari internet dengan aman? Kita bisa menyediakan fasilitas web-server atau mail-server yang bisa diakses oleh public tanpa harus membiarkan mereka bisa leluasa masuk atau mengakses jaringan private corporate kita dengan jalan memberikan segmentasi pada system firewall kita dengan suatu jaringan perimeter atau lebih dikenal dengan Firewall dengan DMZ (Demilitarized Zones). Lihat juga firewall external – standard.
Firewall DMZ (Demilitarized Zone) – atau jaringan perimeter adalah jaringan security boundary yang terletak diantara suatu jaringan corporate / private LAN dan jaringan public (Internet). Firewall DMZ ini harus dibuat jika anda perlu membuat segmentasi jaringan untuk meletakkan server yang bisa diakses public dengan aman tanpa harus bisa mengganggu keamanan system jaringan LAN di jaringan private kita. Perimeter (DMZ) network didesign untuk melindungi server pada jaringan LAN corporate dari serangan hackers dari Internet.
Fungsi Firewall:
Secara mendasar, firewall dapat melakukan hal-hal berikut:
• Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
• Melakukan autentikasi terhadap akses
• Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
• Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator
Enkripsi and Authentication
Di bidang kriptografi, enkripsi ialah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Dikarenakan enkripsi telah digunakan untuk mengamankan komunikasi di berbagai negara, hanya organisasi-organisasi tertentu dan individu yang memiliki kepentingan yang sangat mendesak akan kerahasiaan yang menggunakan enkripsi. Di pertengahan tahun 1970-an, enkripsi kuat dimanfaatkan untuk pengamanan oleh sekretariat agen pemerintah Amerika Serikat pada domain publik, dan saat ini enkripsi telah digunakan pada sistem secara luas, seperti Internet e-commerce, jaringan Telepon bergerak dan ATM pada bank.
Enkripsi dapat digunakan untuk tujuan keamanan, tetapi teknik lain masih diperlukan untuk membuat komunikasi yang aman, terutama untuk memastikan integritas dan autentikasi dari sebuah pesan. Contohnya, Message Authentication Code (MAC) atau digital signature. Penggunaan yang lain yaitu untuk melindungi dari analisis jaringan komputer.
Authentication adalah suatu proses untuk melakukan validasi terhadap user credentials, yang ditujukan untuk menentukan apakah seorang user diperkenankan untuk mengakses jaringan atau computing resources. Bentuk authentication yang paling sering kita hadapi adalah saat kita diharuskan untuk memasukkan user name dan password. Kedua data tersebut kemudian dievaluasi untuk menentukan apakah Anda adalah user yang sudah dikenal oleh sistem atau bukan–verifikasi identitas. Proses authentication bisa lebih diperkuat dari sekedar menggunakan user name dan password sederhana, dengan teknik-teknik yang beragam mulai dari penggunaan one-way hashes sampai smart cards yang menggunakan teknik-teknik strong encryption.
Enkripsi dapat digunakan untuk tujuan keamanan, tetapi teknik lain masih diperlukan untuk membuat komunikasi yang aman, terutama untuk memastikan integritas dan autentikasi dari sebuah pesan. Contohnya, Message Authentication Code (MAC) atau digital signature. Penggunaan yang lain yaitu untuk melindungi dari analisis jaringan komputer.
Authentication adalah suatu proses untuk melakukan validasi terhadap user credentials, yang ditujukan untuk menentukan apakah seorang user diperkenankan untuk mengakses jaringan atau computing resources. Bentuk authentication yang paling sering kita hadapi adalah saat kita diharuskan untuk memasukkan user name dan password. Kedua data tersebut kemudian dievaluasi untuk menentukan apakah Anda adalah user yang sudah dikenal oleh sistem atau bukan–verifikasi identitas. Proses authentication bisa lebih diperkuat dari sekedar menggunakan user name dan password sederhana, dengan teknik-teknik yang beragam mulai dari penggunaan one-way hashes sampai smart cards yang menggunakan teknik-teknik strong encryption.
Introduction to Security
Internet Protocol Suite (umumnya dikenal sebagai TCP/IP) adalah seperangkat protokol yang digunakan untuk komunikasi internet dan jaringan lain yang serupa. Hal ini dinamakan dari dua protokol yang paling penting di dalamnya: di Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP), yang pertama dua protokol jaringan yang ditetapkan dalam standar ini. Pada hari ini, jaringan IP merupakan perpaduan dari beberapa perkembangan yang mulai berkembang di tahun 1960-an dan 1970-an, yaitu Internet dan LAN (Local Area Network), yang muncul di pertengahan tahun 1980-an ke-akhir, bersamaan dengan kedatangan of the World Wide Web pada awal tahun 1990-an.
Internet Protocol Suite, seperti banyak protokol suite, dapat dilihat sebagai satu set layers. Setiap lapisan memecahkan sejumlah masalah yang melibatkan transmisi data, dan menyediakan layanan baik ditetapkan ke atas lapisan protokol berdasarkan menggunakan layanan dari beberapa lapisan bawah. Lapisan atas adalah logis dekat dengan pengguna dan menangani data yang lebih abstrak, mengandalkan lapisan bawah protokol untuk menerjemahkan data ke dalam bentuk yang dapat akhirnya akan dikirim secara fisik.
Model TCP/IP terdiri dari empat (4) lapisan (RFC 1122). Dari terendah ke tertinggi, yaitu:
• Link Layer
• Internet Layer
• Transport Layer
• Application Layer
Internet Protocol Suite, seperti banyak protokol suite, dapat dilihat sebagai satu set layers. Setiap lapisan memecahkan sejumlah masalah yang melibatkan transmisi data, dan menyediakan layanan baik ditetapkan ke atas lapisan protokol berdasarkan menggunakan layanan dari beberapa lapisan bawah. Lapisan atas adalah logis dekat dengan pengguna dan menangani data yang lebih abstrak, mengandalkan lapisan bawah protokol untuk menerjemahkan data ke dalam bentuk yang dapat akhirnya akan dikirim secara fisik.
Model TCP/IP terdiri dari empat (4) lapisan (RFC 1122). Dari terendah ke tertinggi, yaitu:
• Link Layer
• Internet Layer
• Transport Layer
• Application Layer
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
• IP versi 4 (IPv4)
• IP versi 6 (IPv6)
Pengiriman data dalam jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan komputer penerima. IP address memiliki dua bagian, yaitu alamat jaringan (network address) dan alamat komputer lokal (host address) dalam sebuah jaringan.
Alamat jaringan digunakan oleh router untuk mencari jaringan tempat sebuah komputer lokal berada, semantara alamat komputer lokal digunakan untuk mengenali sebuah komputer pada jaringan lokal.
Informasi ini bisa diketahui dengan mengkombinasikan IP address dengan 32-bit angka subnet mask. IP address memiliki beberapa kelas berdasarkan kapasitasnya, yaitu Class A dengan kapasitas lebih dari 16 juta komputer, Class B dengan kapasitas lebih dari 65 ribu komputer, dan Class C dengan kapasitas 254 komputer.
Tabel berikut menjelaskan perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat IP versi 6.
File Transfer Protokol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file (mengupload atau mendownload file).
Tujuan FTP server adalah sebagai berikut :
1. Untuk men-sharing data.
2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
3. Untuk menyediakan teempat penyimpanan bagi user.
4. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.
FTP sebenarnya cara yang tidak aman untuk mentransfer file karena file tersebut ditransfer tanpa melalui enkripsi terlebih dahulu tetapi melalui clear text. Mode text yang dipakai untuk transfer data adalah format ASCII atau format Binary. Secara default, ftp menggunakan mode ASCII untuk transfer data. Karena pengirimannya tanpa enkripsi, maka username, password, data yang ditransfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (Sniffer). Solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang dikirim terlebih dahulu dienkripsi (dikodekan).
Telnet/TeleNetwork adalah remote login yang dapat terjadi di internet karena ada service dari protocol TELNET.Dengan Telnet memungkinkan kita untuk mengakses komputer lain secara remote melalui internet.
Dalam bahasa yang mudah kita dapat memberikan perintah kepada komputer lain baik membuat file,mengedit,menghapus dan menjalankan suatu perintah hanya melalui komputer di depan meja kita.Telnet banyak di pakai dalam mesin berbasis UNIX dan sangat jarang aplikasi telnet pada mesin berbasis Windows NT/200.
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. Protokol ini dipergunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima.
DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. Analogi yang umum digunakan untuk menjelaskan fungsinya adalah DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet dimana saat pengguna mengetikkan www.example.com di internet browser maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 192.0.32.10 (IPv4) dan 2620:0:2d0:200::10 (IPv6).
Application Layer
Client and Server
- Aplikasi jaringan secara umum terdiri atas dua bagian, yaitu: Client side dan Server side.- Masing-masing bagian melakukan process secara terpisah. Process yang dimaksud misalnya: request, reply de-el-el.
Proses Komunikasi
- Di dalam jaringan komunikasi dua buah processes dari dua buah terminal yang berbeda saling berinteraksi melalu jaringan.
- Kedua processes tersebut berkomunikasi dengan cara mengirimkan dan menerima pesan.
- Sebuah process mengirim dan menerima pesan ke jaringan melalui socket.
API
Karena socket merupakan interface / antar muka antara Application Layer dan Transport Layer di dalam sebuah host, maka Socket dapat juga disebut sebagai API (Application Programmer’s Interface).
Pengalamatan
- Agar sebuah process dapat berkomunikasi dengan process yang sama pada host yang lain, setiap process memiliki identifikasi berupa Port Number.
- Contoh:
HTTP à Port 80
FTP à Port 21 dan 22
SMTP à Port 25
W W W dan HTTP
- WWW adalah World Wide Web (it’s not ‘World Wide Wait’, hopefully).
- World Wide Web adalah sebuah complete system yang terdiri atas 3 komponen utama yang saling terkait, yaitu: HTML (Hypertext Markup Language), HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan URL (Uniform Resource Locator).
Karena socket merupakan interface / antar muka antara Application Layer dan Transport Layer di dalam sebuah host, maka Socket dapat juga disebut sebagai API (Application Programmer’s Interface).
Pengalamatan
- Agar sebuah process dapat berkomunikasi dengan process yang sama pada host yang lain, setiap process memiliki identifikasi berupa Port Number.
- Contoh:
HTTP à Port 80
FTP à Port 21 dan 22
SMTP à Port 25
W W W dan HTTP
- WWW adalah World Wide Web (it’s not ‘World Wide Wait’, hopefully).
- World Wide Web adalah sebuah complete system yang terdiri atas 3 komponen utama yang saling terkait, yaitu: HTML (Hypertext Markup Language), HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan URL (Uniform Resource Locator).
Overview HTTP
- Digunakan untuk mengakses WWW berupa object: HTML file, JPEG image, GIF image, Java applet, audio de-el-el.
- Format URL: http://www.stikom.edu:80/index.html
- Digunakan untuk mengakses WWW berupa object: HTML file, JPEG image, GIF image, Java applet, audio de-el-el.
- Format URL: http://www.stikom.edu:80/index.html
Cookies
- Cookies (RFC 2109) digunakan oleh server HTTP untuk menganalisa dan menelusuri kebiasaan user.
- Cookies tersimpan dalam terminal (dikelola oleh browser) di mana user melakukan akses internet.
- Sebuah database tersimpan dalam jaringan pengelola server HTTP sebagai acuan untuk melakukan analisa terhadap karakteristik user.
- Cookies (RFC 2109) digunakan oleh server HTTP untuk menganalisa dan menelusuri kebiasaan user.
- Cookies tersimpan dalam terminal (dikelola oleh browser) di mana user melakukan akses internet.
- Sebuah database tersimpan dalam jaringan pengelola server HTTP sebagai acuan untuk melakukan analisa terhadap karakteristik user.
Transport Layer Protocol
Protokol pada Transport Layer TCP/IP terdiri atas : TCP dan UDP.
Tranport Layer menyediakan logical communication antar proses aplikasi yang berjalan pada host yang berbeda.
Layanan transport Layer di internet :
- reliable, in-order unicast delivery (TCP)
- congestion
- flow control
- connection setup
- unreliable (“best-effort”), unordered unicast atau multicast delivery: UDP
- Layanan yg tidak tersedia:
- real-time
- bandwidth guarantees
- reliable multicast
Multiplexing – Demultiplexing
- Dalam jaringan TCP/IP beberapa proses dapat dikirimkan secara bersama-sama dari sebuah host melalui multiplexing.
- Pada sisi penerima, demultiplexing mengijinkan alokasi pesan pada proses yang sesuai. Lihat Gambar.
- Seperti diketahui, masing-masing proses dibedakan berdasarkan nomor Port.
Layanan transport Layer di internet :
- reliable, in-order unicast delivery (TCP)
- congestion
- flow control
- connection setup
- unreliable (“best-effort”), unordered unicast atau multicast delivery: UDP
- Layanan yg tidak tersedia:
- real-time
- bandwidth guarantees
- reliable multicast
Multiplexing – Demultiplexing
- Dalam jaringan TCP/IP beberapa proses dapat dikirimkan secara bersama-sama dari sebuah host melalui multiplexing.
- Pada sisi penerima, demultiplexing mengijinkan alokasi pesan pada proses yang sesuai. Lihat Gambar.
- Seperti diketahui, masing-masing proses dibedakan berdasarkan nomor Port.
Transport Control Protocol
- TCP adalah connection-oriented protocol.
- TCP menjamin bahwa data yang dikirimkan pasti diterima oleh receiver dengan benar (reliable data transfer).
- TCP memberi layanan komunikasi full-duplex.
- Koneksi pada TCP merupakan koneksi point-to-point.
- TCP adalah connection-oriented protocol.
- TCP menjamin bahwa data yang dikirimkan pasti diterima oleh receiver dengan benar (reliable data transfer).
- TCP memberi layanan komunikasi full-duplex.
- Koneksi pada TCP merupakan koneksi point-to-point.
Protokol Routing
Exterior – Interior Gateway Protocol
Dynamic routing dikategorikan ke dalam 2 macam yaitu: Exterior Gateway/Routing Protocol (EGP/ERP) dan Interior Gateway/Routing Protocol (IGP/IRP)
IGP
Interior Gateway Protocol adalah sebutan untuk protokol-protokol routing yang digunakan di dalam sebuah Autonomous System (AS).
- Contoh IGP adalah: Routing Information Protocol (RIP), Open Shortest Path First (OSPF), Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP).
- Contoh IGP adalah: Routing Information Protocol (RIP), Open Shortest Path First (OSPF), Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP).
EGP
Exterior Gateway Protocol (EGP) adalah protokol yang membawa informasi routing antar 2 buah administrative entities, dalam hal ini 2 buah AS.
- Contoh EGP adalah Broader Gateway Protocol (BGP).
- Contoh EGP adalah Broader Gateway Protocol (BGP).
Routing Information Protocol
- RIP adalah protokol routing yang menggunakan algoritma routing distance-vector learning atau Bellman-Ford.
- Tugas dari RIP (dan semua protokol routing) adalah menyediakan mekanisme pertukaran informasi tentang rute, sehingga setiap router dapat melakukan update Table Routing.
- Informasi-informasi yang dibutuhkan antara lain:
- Alamat dari sebuah network atau host.
- Jarak (distance) router tersebut terhadap network atau host.
- Hop pertama untuk proses routing.
- Distance metric disebut juga sebagai cost, dalam RIP yang dimaksud distance metric adalah jumlah hop.
- Jika sebuah router terhubung ke sebuah network maka distance metric adalah 1 hop.
- Jika sebuah router terhubung ke sebuah network melalui sebuah router lain maka distance metric = 2 hop.
- RIP hanya dapat menjangkau maksimum 15 hop.
- Setiap router yang menggunakan RIP akan mengirimkan routing table ke semua router didekatnya.
- Setiap router yang menerima pesan dari router didekatnya bahwa sebuah network X dapat dijangkau dengan N hop, maka router tersebut tahu untuk mencapai network X dibutuhkan N+1 hop.
- Tugas dari RIP (dan semua protokol routing) adalah menyediakan mekanisme pertukaran informasi tentang rute, sehingga setiap router dapat melakukan update Table Routing.
- Informasi-informasi yang dibutuhkan antara lain:
- Alamat dari sebuah network atau host.
- Jarak (distance) router tersebut terhadap network atau host.
- Hop pertama untuk proses routing.
- Distance metric disebut juga sebagai cost, dalam RIP yang dimaksud distance metric adalah jumlah hop.
- Jika sebuah router terhubung ke sebuah network maka distance metric adalah 1 hop.
- Jika sebuah router terhubung ke sebuah network melalui sebuah router lain maka distance metric = 2 hop.
- RIP hanya dapat menjangkau maksimum 15 hop.
- Setiap router yang menggunakan RIP akan mengirimkan routing table ke semua router didekatnya.
- Setiap router yang menerima pesan dari router didekatnya bahwa sebuah network X dapat dijangkau dengan N hop, maka router tersebut tahu untuk mencapai network X dibutuhkan N+1 hop.
Contoh Penentuan Rute dengan RIP
- Perhatikan sebuah Autonomous System seperti dalam gambar. Router A (RA) terhubung ke Network 1 (N1) dan Network 2 (N2). RC dan RB terhubung ke N2 dan N3. Sedang RD terhubung ke N3 dan N4.
- Perhatikan sebuah Autonomous System seperti dalam gambar. Router A (RA) terhubung ke Network 1 (N1) dan Network 2 (N2). RC dan RB terhubung ke N2 dan N3. Sedang RD terhubung ke N3 dan N4.
- Pada saat RA dinyalakan pertama kali. Router tersebut melihat bahwa ia terkoneksi ke N1 dan N2. RA terhubung ke N1 dengan cost 1. Maka RA menambahkan entry pada routing table {N1,1}.
1. RA mengirimkan pesan RIP yang berisi {N1,1} ke semua router yang terkoneksi. RB dan RC terhubung ke N2, maka RB dan RC menerima update informasi dari RA.

2. RB dan RC melihat routing table mereka jika N1 sudah terdaftar. Jika belum, maka {N1,2} untuk RA akan dibuat pada kedua router tersebut. Artinya: saya dapat menjangkau N1 dengan 2 hop melalui RA.

3. RB dan RC akan mengirim routing table berisi {N1,2} ke N2 dan N3. RA menerima pesan tsb. tapi diabaikan karena RA dapat menjangkau N1 dengan jumlah hop lebih pendek. Sedang RD menerima informasi tentang N1 dari RB dan RC.

4. RD akan memeriksa routing table nya, dan menambahkan {N1,3} untuk RB atau RC jika informasi tersebut belum ada, tergantung pada update dari RB atau RC yang sampai di RD terlebih dahulu.

5. Selanjutnya RD akan mengirimkan routing table berisi {N1,3} ke N3 dan N4.

Kesimpulan 1:
- RIP didesain untuk sedemikian sehingga routing table akan terupdate apabila informasi yang diterima memiliki rute lebih pendek.
- Misalnya, RD menerima informasi {N1,3} untuk RB, karena informasi {N1,3} untuk RC sudah ada (jumlah hop sama), maka informasi tsb diabaikan.
- RIP didesain untuk sedemikian sehingga routing table akan terupdate apabila informasi yang diterima memiliki rute lebih pendek.
- Misalnya, RD menerima informasi {N1,3} untuk RB, karena informasi {N1,3} untuk RC sudah ada (jumlah hop sama), maka informasi tsb diabaikan.
Kesimpulan 2:
- Proses propagasi routing table yang terjadi secara periodik.
- Seandainya terdapat penambahan jalur dari RC ke N1. Jika sebelumnya RD memiliki informasi {N1,RC,3} maka routing table akan diupdate dengan informasi {N1,RC,2} karena RD dapat menjangkau N1 lebih cepat.
- Proses propagasi routing table yang terjadi secara periodik.
- Seandainya terdapat penambahan jalur dari RC ke N1. Jika sebelumnya RD memiliki informasi {N1,RC,3} maka routing table akan diupdate dengan informasi {N1,RC,2} karena RD dapat menjangkau N1 lebih cepat.
Routing
Routing adalah suatu proses me-rute-kan paket data dari network satu ke network yang lain dengan menggunakan router.
- Dari ketiga host pada gambar, host A dan B bisa langsung berkomunikasi.
- Sedangkan C tidak dapat melakukan komunikasi baik dengan A ataupun B, walaupun ketiganya memiliki subnet mask sama.
- WHY ??????
Karena C berbeda Net-Id dengan A dan B- Sedangkan C tidak dapat melakukan komunikasi baik dengan A ataupun B, walaupun ketiganya memiliki subnet mask sama.
- WHY ??????
- Untuk mengendalikan aliran paket data dari satu router ke router berikutnya terdapat dua macam proses routing yaitu:
1. Static Routing
2. Dynamic Routing
- Pada Static routing pengelolaan (mengisi/menghapus) tabel routing dilakukan secara manual, sedangkan pada dinamic routing perubahan dilakukan secara otomatis menggunakan protokol routing.
1. Static Routing
2. Dynamic Routing
- Pada Static routing pengelolaan (mengisi/menghapus) tabel routing dilakukan secara manual, sedangkan pada dinamic routing perubahan dilakukan secara otomatis menggunakan protokol routing.
Static Routing
Berikut adalah contoh static routing dengan menggunakan Cisco Router
Keuntungan Static Routing
- Jalur routing mudah diprediksi.
- Tidak membutuhkan proses update routing table.
- Mudah dikonfigurasi untuk network kecil.
Kerugian Static Routing
- Tidak cocok untuk network berskala besar.
- Tidak dapat beradaptasi terhadap penambahan router karena konfigurasi pada tiap router harus dirubah.
- Tidak dapat beradaptasi terhadap munculnya link failure pada salah satu jalur.
- Tidak cocok untuk network berskala besar.
- Tidak dapat beradaptasi terhadap penambahan router karena konfigurasi pada tiap router harus dirubah.
- Tidak dapat beradaptasi terhadap munculnya link failure pada salah satu jalur.
Dynamic Routing
Dynamic routing mengatur rute setiap paket dengan menggunakan table routing (tersimpan pada router). Table ini akan terupdate secara otomatis melalui routing protocol.
Keuntungan Dynamic Routing
- Scalability: konfigurasi dilakukan secara dinamis apabila terdapat penambahan/pengurangan router.
- Adaptability: rute dapat berubah secara adaptif terhadap adanya link failure.
Kerugian Dynamic Routing
- Kompleksitas algoritma routing meningkat. Router menentukan rute berdasarkan, misalnya: bandwidth yang tersedia, jalur terpendek, dll.
- Router harus saling bertukar informasi routing secara periodik.
- Tidak semua router mendukung dynamic routing.
Dynamic routing mengatur rute setiap paket dengan menggunakan table routing (tersimpan pada router). Table ini akan terupdate secara otomatis melalui routing protocol.
Keuntungan Dynamic Routing
- Scalability: konfigurasi dilakukan secara dinamis apabila terdapat penambahan/pengurangan router.
- Adaptability: rute dapat berubah secara adaptif terhadap adanya link failure.
Kerugian Dynamic Routing
- Kompleksitas algoritma routing meningkat. Router menentukan rute berdasarkan, misalnya: bandwidth yang tersedia, jalur terpendek, dll.
- Router harus saling bertukar informasi routing secara periodik.
- Tidak semua router mendukung dynamic routing.
Manajemen IP
VLSM
- VLSM à Variable Length Subnet Masking.
- VLSM memberbaiki kekurangan metoda conventional subnetting.
- VLSM memberbaiki kekurangan metoda conventional subnetting.
Contoh Kasus:
- Diketahui sebuah alamat jaringan 172.16.0.0/16 dan diminta untuk menyediakan 5 buah subnet yang masing-masing memiliki 100 host, dan 3 subnet yang masing-masing memiliki 2 host. Konfigurasi Jaringan:

Penyelesaian:
- Untuk menyediakan minimal 100 host diperlukan 7 bit (27 – 2 = 126).
- Dengan demikian subnet yang dapat diambil adalah 16 – 7 = 9 bits.
- Dengan tersedianya 9 bit untuk dijadikan subnet, maka secara keseluruhan total subnet yang bisa disediakan adalah 29 = 512 subnet.
- Dengan demikian subnet yang dapat diambil adalah 16 – 7 = 9 bits.
- Dengan tersedianya 9 bit untuk dijadikan subnet, maka secara keseluruhan total subnet yang bisa disediakan adalah 29 = 512 subnet.
1. 1010 1100 0001 0000 0000 0000 0000 0000 = 172.16.0.0
2. 1010 1100 0001 0000 0000 0000 1000 0000 = 172.16.0.128
3. 1010 1100 0001 0000 0000 0001 0000 0000 = 172.16.1.0
4. 1010 1100 0001 0000 0000 0001 1000 0000 = 172.16.1.128
5. 1010 1100 0001 0000 0000 0010 0000 0000 = 172.16.2.0
6. 1010 1100 0001 0000 0000 0010 1000 0000 = 172.16.2.128
dan seterusnya
- Subnet no 1 – 5 digunakan untuk mengalamati sub-network yang dimaksud dalam soal.
- Sedangkan untuk 3 buah subnet dengan jumlah host masing-masing 2 host, dapat diambil dari subnet ke-6 yaitu 172.16.2.128. Kita mengambil subnet tersebut dikarenakan subnet 1 s.d subnet ke-5 sudah digunakan untuk memenuhi permintaan 5 jaringan dengan host 100 per subnet.
- Sedangkan untuk 3 buah subnet dengan jumlah host masing-masing 2 host, dapat diambil dari subnet ke-6 yaitu 172.16.2.128. Kita mengambil subnet tersebut dikarenakan subnet 1 s.d subnet ke-5 sudah digunakan untuk memenuhi permintaan 5 jaringan dengan host 100 per subnet.


IP Address and Subnet Address
1. Pengalamatan IP
- Di dalam jaringan TCP/IP setiap terminal diidentifikasi dengan sebuah alamat IP unik.
- Kecuali Router dapat memiliki lebih dari sebuah alamat IP, karena itu disebut sebagai Multihomed Device.
- Kecuali Router dapat memiliki lebih dari sebuah alamat IP, karena itu disebut sebagai Multihomed Device.
Konversi Biner – Desimal
- Setiap 8 bit nomor IP dapat dikonversi ke desimal dengan komposisi :
(x*27+x*26+x*25+x*24+x*23+x*22+x*21+x*20 ),
Atau
(x*128+x*64+x*32+x*16+x*8+x*4+x*2+x*1),
Contoh:
- Sehingga untuk menghitung bentuk desimal dari 11001011 dapat dilakukan dengan :
=1*128+1*64+0*32+0*16+1*8+0*4+1*2+1*1
= 128 + 64 + 0 + 0 + 8 + 0 + 2 + 1
= 203
Konversi Biner – HexaDesimal – Biner
Konversi Desimal – Biner
- Untuk mengubah desimal menjadi biner dapat dilakukan dengan melakukan pengurangan dengan kelipatan pengalian diatas, jika dikurangi bisa maka diberi angka 1 dan jika tidak bisa diberi angka 0.
Contoh:
203 - 128 = 75 à 1
75 - 64 = 11 à 1
11 - 32 à 0
11 - 16 à 0
11 - 8 = 3 à 1
3 - 4 à 0
3 - 2 = 1 à 1
1 - 1 = 0 à 1
Hasilnya yang berada di kanan anak panah ditulis dari atas kebawah menjadi 11001011.
2. Kategori Pengalamatan IP
A. SubNetting
- Pembentukan subnet dilakukan dengan cara mengambil beberapa bit pada bagian HostId untuk dijadikan SubnetId. Contoh:
B. Subnet Mask
- Dalam contoh di atas, sebuah jaringan kelas B dengan Network-Id : 154.71.0.0.
- Subnet Mask dalam bentuk desimal adalah: 255.255.248.0
- Dengan demikian 5 bit pertama pada octet ke 3 adalah Subnet-Id, sedangkan sisa bit adalah Host-Id.
- Subnet Mask dalam bentuk desimal adalah: 255.255.248.0
- Dengan demikian 5 bit pertama pada octet ke 3 adalah Subnet-Id, sedangkan sisa bit adalah Host-Id.
Default Subnet-Mask
Menentukan SubNet-Id
- Router menentukan sebuah IP address merupakan anggota dari subnet tertentu melalui proses masking seperti dalam gambar di atas.
- IP address: 154.71.150.42 dioperasikan AND dengan subnet-mask. Didapat Subnet-Id: 18.
- Sedangkan IP address dari subnet tersebut adalah: 154.71.144.0.
- IP address: 154.71.150.42 dioperasikan AND dengan subnet-mask. Didapat Subnet-Id: 18.
- Sedangkan IP address dari subnet tersebut adalah: 154.71.144.0.
INTERNET LAYER PROTOCOL
1. Komponen Internet Layer
2. ICMP
- ICMP àInternet Control Message Protocol (RFC 792).
- ICMP digunakan oleh host, router, gateway untuk mengirimkan pesan-pesan kesalahan.
- Tugas ICMP adalah mendukung sepenuhnya tugas-tugas protokol IP.
- ICMP tidak menggunakan nomor port seperti pad TCP dan UDP.
- ICMP digunakan oleh host, router, gateway untuk mengirimkan pesan-pesan kesalahan.
- Tugas ICMP adalah mendukung sepenuhnya tugas-tugas protokol IP.
- ICMP tidak menggunakan nomor port seperti pad TCP dan UDP.
Pada contoh di atas dapat dilihat bahwa:
- ICMP dapat melintasi internetwork.
- Misalkan host A akan mengirim pesan ke host B melalui protokol IP, tetapi masalah terdeteksi pada Router 3. Selanjutnya Router 3 akan mengirim pesan ICMP balik ke host A sebagai informasi kesalahan (bukan ke Router 2 atau Router 1).
- ICMP dapat melintasi internetwork.
- Misalkan host A akan mengirim pesan ke host B melalui protokol IP, tetapi masalah terdeteksi pada Router 3. Selanjutnya Router 3 akan mengirim pesan ICMP balik ke host A sebagai informasi kesalahan (bukan ke Router 2 atau Router 1).
ICMP dapat digolongkan dalam 2 kelas:
- Pesan kesalahan
Digunakan sebagai umpan balik kepada divais pengirim apabila terjadi kesalahan (error).
- Pesan informasi
Digunakan oleh divais-divais untuk bertukar informasi, melakukan pengujian.
- Pesan kesalahan
Digunakan sebagai umpan balik kepada divais pengirim apabila terjadi kesalahan (error).
- Pesan informasi
Digunakan oleh divais-divais untuk bertukar informasi, melakukan pengujian.
3. ARP
- ARP à Address Resolution Protocol.
- Protokol ini bertugas untuk menemukan hardware address (MAC Address) suatu host dengan alamat IP tertentu.
- Ketika suatu IP paket akan dikirim, maka paket tersebut diteruskan ke layer dibawahnya (Data Link), yang akan memberikan alamat hardware sesuai dengan alamat IP tersebut.
- Protokol ini bertugas untuk menemukan hardware address (MAC Address) suatu host dengan alamat IP tertentu.
- Ketika suatu IP paket akan dikirim, maka paket tersebut diteruskan ke layer dibawahnya (Data Link), yang akan memberikan alamat hardware sesuai dengan alamat IP tersebut.
Tabel ARP
- Setiap host menyimpan Tabel ARP dalam cache.
- Tetapi jika hardware address ini tidak ada di dalam cache ARP, maka ARP bertugas untuk mencarinya (Tabel ARP terupdate setiap 15-20mn).
- Setiap host menyimpan Tabel ARP dalam cache.
- Tetapi jika hardware address ini tidak ada di dalam cache ARP, maka ARP bertugas untuk mencarinya (Tabel ARP terupdate setiap 15-20mn).
Contoh: Tabel ARP
C:\arp -a
Interface: 172.25.82.74 --- 0x2
Internet Address Physical Address Type
172.25.82.51 00-90-27-54-3a-47 static
172.25.82.247 00-60-08-3e-1d-2f dynamic
172.25.82.248 00-60-08-3e-ba-61 dynamic
172.25.82.254 00-a0-c9-fb-33-6e dynamic
Cara Kerja ARP
- Teriminal dengan IP 10.1.1.1 (sumber) ingin mengirimkan pesan ke terminal dengan IP 10.1.1.4 (tujuan).
- Terminal sumber mengirim ARP-request secara broadcast.
- Tetapi hanya Terminal tujuan yang dimaksud mengambil ARP-request.
- Teminal tujuan mengirim balik ARP-reply beserta no MAC-address.
- Teriminal dengan IP 10.1.1.1 (sumber) ingin mengirimkan pesan ke terminal dengan IP 10.1.1.4 (tujuan).
- Terminal sumber mengirim ARP-request secara broadcast.
- Tetapi hanya Terminal tujuan yang dimaksud mengambil ARP-request.
- Teminal tujuan mengirim balik ARP-reply beserta no MAC-address.
4. RARP
- RARP àReverse Address Resolution Protocol
- Merupakan protokol yang bertugas untuk menemukan IP address suatu host yang hanya tahu Hardware address-nya saja (misal pada diskless machine).
- Merupakan protokol yang bertugas untuk menemukan IP address suatu host yang hanya tahu Hardware address-nya saja (misal pada diskless machine).
Cara Kerja RARP
- Host mengirim paket berikut alamat MAC-nya secara broadcast untuk meminta alamat IP yang sesuai.
- RARP server akan menjawab paket tersebut dengan memberikan nomor IP.
- Contoh: BootP protocol dan Dynamic Host Control Protocol (DHCP).
- Host mengirim paket berikut alamat MAC-nya secara broadcast untuk meminta alamat IP yang sesuai.
- RARP server akan menjawab paket tersebut dengan memberikan nomor IP.
- Contoh: BootP protocol dan Dynamic Host Control Protocol (DHCP).
5. Internet Protocol (IP)
A. Datagram
- Packet pesan pada Internet Layer disebut juga sebagai Datagram.
- IP Datagram mengandung alamat IP sumber dan alamat IP tujuan, masing-masing sebesar 32 bit (i.e., IP Address).
- IP Datagram bergerak melintasi network switching dari satu node (router) ke node berikutnya berdasarkan pemilihan jalur tertentu.
- IP Datagram mengandung alamat IP sumber dan alamat IP tujuan, masing-masing sebesar 32 bit (i.e., IP Address).
- IP Datagram bergerak melintasi network switching dari satu node (router) ke node berikutnya berdasarkan pemilihan jalur tertentu.
B. IP Address
- Dalam jaringan TCP/IP setiap Host ditandai dengan sebuah alamat IP (IP address) logikal yang unik.
- Sebuah IP address pada IPv4 terdiri atas 32 bit angka biner. Sehingga, secara teoritis total IP address yang dapat dibuat adalah: 232, atau sebanyak 4.294.296 alamat IP.
- IP Address terbagi dalam 4 blok, dimana masing-masing blok terdiri atas 8 bit.
- Penulisan IP address dalam bentuk dotted decimal adalah:
X.X.X.X- Sebuah IP address pada IPv4 terdiri atas 32 bit angka biner. Sehingga, secara teoritis total IP address yang dapat dibuat adalah: 232, atau sebanyak 4.294.296 alamat IP.
- IP Address terbagi dalam 4 blok, dimana masing-masing blok terdiri atas 8 bit.
- Penulisan IP address dalam bentuk dotted decimal adalah:
- Contoh: 202.155.19.57
- Karena sebuah blok terdiri atas 8 bit, secara desimal nilai X = 0 – 255.
C. IP Class
- IP Address terbagi atas 5 kelas (A, B, C, D, E).
- IP address kelas A, B, C digunakan untuk pengalamatan IP publik.
- IP address kelas D, digunakan untuk pengalamatan multicast.
- IP address kelas E, dicadangkan untuk pemakaian masa depan.
SPANNING TREE PROTOKOL
Spanning Tree Protokol merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan. Ini adalah protokol manajemen link yang menyediakan redundansi sementara mencegah perulangan yang tidak diinginkan dalam jaringan. STP dapat menyediakan redundansi jalan dengan mendefinisikan sebuah tree yang membentang di semua switch dalam jaringan yang diperpanjang. Spanning Tree Protokol akan memaksa jalur data redundan ke standby state, sehingga jika salah satu segmen jaringan di STP tidak bisa diakses, atau jika terjadi perubahan biaya STP, algoritma spanning tree akan mengkonfigurasi ulang spanning tree topologi dan membangun kembali link dengan mengaktifkan standby path. Menggunakan STP, perangkat dapat mengelola dirinya sendiri untuk mengumpulkan informasiseperti alamat media access control (MAC), switch dan port prioritas, port identifier, path cost, root switch identifier, root port identifier, designated port identifiers, dan path cost from the port to the root switch. Informasi ini dikirim keperangkat STP lain di dalam jaringan dengan menggunakan Bridge Protocol Data Units (BPDU).
a. Bridge Protokol Data Unit (BPDU)
BPDU adalah sebuah datagram digunakan oleh switch untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dan pertukaran informasi. Sebuah datagram adalah self-contained, independen data membawa informasi yang akan disalurkan dari sumber ke komputer tujuan. Informasi yang dikumpulkan dari perangkat BPDU di jaringan akan membantu dalam keputusan konfigurasi.
Sebuah pertukaran BPDU akan menghasilkan berikut ini:
1. Salah satu switch akan dipilih sebagai root switch.
2. Jarak terpendek dari switch ke root switch akan dihitung.
3. Sebuah switch yang ditunjuk akan dipilih yang paling dekat dengan root switch melalui frame dan akan diteruskan ke root.
4. Port yang dipilih untuk setiap switch akan menjadi port yang menyediakan jalan terbaik dari root beralih ke switch .
5. Ports yang termasuk dalam Spanning Tree Protokol akan dipilih.
b. Root Switch
Menunjuk ke root switch adalah salah satu fungsi pertama dilakukan karena itu adalah awal STP logis dalam jaringan. Semua perangkat dalam jaringan bertukar ID Bridge (BID) yang berisi alamat-alamat MAC dan bridge prioritas. Pengaturan prioritas dari setiap perangkat dapat diatur oleh sistem administrator. Perangkat dengan BID terendah akan menjadi perangkat root. Setelah root ditentukan, semua perangkat di jaringan akan mencoba untuk mencari tahu seberapa jauh mereka dari root switch mengirimkan BPDU melalui seluruh port.
c. Port State
Ketika redundan link ditemukan, mereka akan ditambahkan ke daftar STP pada port-to- port basic. Karena setiap port pada switch dapat berisi redundan link, masing-masing port dapat dimasukkan ke salah satu dari lima states untuk memfasilitasi pengelolaan jaringan logis mencegah perulangan.
- Blocking
Ketika switch dihidupkan pertama, semua port, kecuali root port, ditetapkan untuk memblokir state sehingga tidak ada lalu lintas yang dapat diteruskan sampai switch menentukan root switch dalam jaringan. Pemblokiran dapat menghilangkan perulangan dalam jaringan sampai semua redundant link dapat dikelola dengan baik.
- Listening
Sebuah port di listening state akan berusaha untuk menemukan konfigurasi lalu lintas sistem informasi, yaitu menerima untuk mencari tahu apakah diizinkan untuk lalu lintas jaringan. Untuk melakukan hal ini, port di listening state akan menjatuhkan lalu lintas teratur dan hanya menanggapi perintah manajemen jaringan BPDU. Ketika dua atau lebih port yang ditemukan untuk dapat menciptakan sebuah perulangan, switch akan mengaktifkan port dengan lowest path cost untuk listening state dan port yang lain dengan higher path cost yang lebih tinggi akan dinonaktifkan.
- Learning
Learning state memungkinkan untuk menambahkan alamatnya ke forwarding table di switch sehingga port lain dapat mengenalinya, sehingga lalu lintas dapat diaktifkan bukannya langsung melakukan broadcast untuk mempelajari alamat tujuan. Setelah alamat port diakui oleh modul manajemen switch, akan berubah menjadi forwarding states.
- Forwarding
Port di forwarding states diperbolehkan untuk lewat lalu lintas antara port lain dengan switch yang sama. Ini forwards frame yang diterima dari segmen terlampir atau beralih dari port yang lain untuk forwarding. Ini akan memasukkan informasi lokasi stasiun ke dalam alamat database, menerima BPDU dan mengarahkan mereka ke sistem modul, dan BPDU memproses sistem yang diterima dari modul. Ini juga akan menerima dan menanggapi pesan manajemen jaringan.
- Disabled
Ports dinonaktifkan ketika mereka merupakan bagian dari jaringan perulangan. Port di disabled state tidak akan mengizinkan lalu lintas jaringan akan berlalu. Tidak akan memperbarui alamat database karena tidak ada learning. Namun akan tetap menerima dan memproses BPDU dan manajemen jaringan lalu lintas, tetapi tidak akan mengarahkan mereka ke sistem modul.
Ada lima states di mana port STP bergerak melalui:
1. Dari inisialisasi untuk blocking
2. Dari blocking untuk listening atau untuk disabled
3. Dari listening untuk learning atau untuk disabled
4. Dari learning untuk forwarding atau untuk disabled
5. Dari forwarding untuk disabled
# Node yang akan disable adalah perangkat dengan ID Bridge (BID) terendah akan menjadi perangkat root bridge.
Data link layer
Layer Data Link adalah layer paling bawah kedua dari model OSI. Sementara physical layer menspesifikasikan standard media fisik sebenarnya, layer Data Link berisi standard-2 untuk formatting data untuk transmisi, dan untuk data transmisi melewati media fisik. Tujuan utama dari layer Data Link adalah:
* Format data kedalam frames untuk transmission
* Memberikan error notifications
* Memberikan control aliran
* Specifykasi topology jaringan logical dan metoda-2 media access
Layer Data Link dibagi kedalam 2 sub-layer berikut ini:
* Media Access Control (MAC) Sublayer
* Logical Link Control (LLC) Sublayer
Kali ini saya hanya akan membahas mengenai Media Access Control (MAC) Sublayer..
* Format data kedalam frames untuk transmission
* Memberikan error notifications
* Memberikan control aliran
* Specifykasi topology jaringan logical dan metoda-2 media access
Layer Data Link dibagi kedalam 2 sub-layer berikut ini:
* Media Access Control (MAC) Sublayer
* Logical Link Control (LLC) Sublayer
Kali ini saya hanya akan membahas mengenai Media Access Control (MAC) Sublayer..
Media Access Control (MAC) Sublayer
Sublayer Media Access Control adalah sublayer pertama atau sublayer bawah dari layer Data Link.sublayer memecah data manjadi frame sebelum ditransmisikan, dan memegang address fisikal (MAC address) untuk address jaringan. Piranti seperti Switches dan bridges menggunakan address Data Link untuk mengarahkan data user melalui jaringan menuju ke host tujuan.
Sublayer MAC menangani tiga macam tugas berikut ini:
1. Addressing Physical Device, identifikasikan piranti-2 hardware khusus. Semua piranti di jaringan harus mempunyai address fisikal yang unik. Untuk jaringan-2 LAN, address fisik ditanamkan kedalam interface card (NIC). Address MAC adalah address hardware 48-bit yang tampak sebagai nomor hexadecimal 12-digit.
2. Media Access, metoda media access memerintahkan bagaimana piranti jaringan menentukan kapan harus mengirim sinyal melalui jaringan, apa yang harus dilakukan jika ada dua piranti jaringan mau mengirim paket pada saat yang bersamaan. Ada tiga macam metoda access media yang digunakan dalam jaringan komputer.
a. Contention (semua piranti mempunyai akses yang sama)
b. Token-passing (piranti yang mempunyai Token akan mendapatkan akses)
c. Polling (piranti-2 ditentukan nomor urutnya)
3. Topology Logical, menjelaskan bagaimana piranti-2 berjalan dari piranti ke piranti. Topology fisik tertentu dapat mentransmisikan messages dengan lebih dari satu cara, sehingga sesungguhnya anda bisa menggunakan suatu topology logical yang berbeda dari topologi physical dari jaringan anda. Ada tiga macam topology yang mungkin dibentuk:
a. Physical Bus, Logical Bus
b. Physical Ring, Logical Ring
c. Physical Star, Logical Bus
d. Physical Star, Logical Ring
e. Physical Star, Logical Star
Unshielded twisted-pair
Unshielded twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang harganya yang rendah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus. Dalam kabel UTP, terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan tapi, tidak seperti kabel Shielded Twisted-pair (STP), insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik. Kabel UTP memiliki impendansi kira-kira 100 Ohm.
Dari berbagai kategori kabel, kabel Enhanced Category 5 (Cat5e) dan Category 5 (Cat5) merupakan kabel UTP yang paling populer yang banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi Ethernet. Dalam menghubungkan jaringan Ethernet dengan menggunakan kabel UTP Category 5, terdapat dua strategi pengabelan, yakni Crossover cable dan Straight-through cable.
Kabel Crossover digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang sama (NIC dengan NIC lainnya, hub dengan hub yang lainnya dan lain-lain), sementara kabel Straight-through digunakan untuk menghubungkan NIC dengan hub atau NIC dengan switch.MODEL OSI (Open Systems Interconnection)
Secara umum model OSI membagi berbagai fungsi network menjadi 7 lapisan. Sedangkan lembaga yang mempublikasikan OSI adalah International Organization for Standardization (ISO). Model OSI diperkenalkan pada tahun 1984.
Model OSI menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Reference Model karena model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya. Untuk ringkas-nya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.
Model OSI menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Reference Model karena model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya. Untuk ringkas-nya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.
Gambar 1. Model OSI
Model OSI terdiri atas layer-layer atau lapisan-lapisan berjumlah 7 buah. Ketujuh layer tersebut adalah :
1. Physical
2. Data Link
3. Network
4. Transport
5. Session
6. Presentation
7. Application
Model OSI memiliki tujuh layer. Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah :
1. Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.
2. Setiap layer harus memiliki fungsi-fungsi tertentu.
3. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protocol internasional.
4. Batas-batas layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.
5. Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.
Di bawah ini kita membahas setiap layer pada model OSI secara berurutan, dimulai dari layer terbawah.
Physical Layer
Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu digunakan untuk menyatakan nilai 1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk angka 0?. Diperlukan berapa mikrosekon suatu bit akan habis? Apakah transmisi dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya? Berapa jumlah pin yang dimiliki jaringan dan apa kegunaan masing-masing pin? Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer.
Data Link Layer
Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan kenetwork layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecag-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte). Kemudian data link layer mentransmisikan frame tersebut secara berurutan, dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima. Karena physical layer menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada data link layer-lah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame itu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame. Bila secara insidental pola-pola bit ini bisa ditemui pada data, maka diperlukan perhatian khusus untuk menyakinkan bahwa pola tersebut tidak secara salah dianggap sebagai batas-batas frame.
Network Layer
Network layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang “dihubungkan ke” network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session terminal. Terakhir, route dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda bagi setiap paketnya. Oleh karena itu, route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan saat itu.
Bila pada saat yang sama dalam sebuah subnet terdapat terlalu banyak paket, maka ada kemungkinan paket-paket tersebut tiba pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya bottleneck. Pengendalian kemacetan seperti itu juga merupakan tugas network layer.
Transport Layer
Fungsi dasar transport layer adalah menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.
Dalam keadaan normal, transport layer membuat koneksi jaringan yang berbeda bagi setiap koneksi transport yang diperlukan oleh session layer. Bila koneksi transport memerlukan throughput yang tinggi, maka transport layer dapat membuat koneksi jaringan yang banyak. Transport layer membagi-bagi pengiriman data ke sejumlah jaringan untuk meningkatkan throughput. Di lain pihak, bila pembuatan atau pemeliharaan koneksi jaringan cukup mahal, transport layer dapat menggabungkan beberapa koneksi transport ke koneksi jaringan yang sama. Hal tersebut dilakukan untuk membuat penggabungan ini tidak terlihat oleh session layer.
Session Layer
Session layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya. Sebuah session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu mesin kemesin lainnya.
Sebuah layanan session layer adalah untuk melaksanakan pengendalian dialog. Session dapat memungkinkan lalu lintas bergerak dalam bentuk dua arah pada suatu saat, atau hanya satu arah saja. Jika pada satu saat lalu lintas hanya satu arah saja (analog dengan rel kereta api tunggal), session layer membantu untuk menentukan giliran yang berhak menggunakan saluran pada suatu saat.
Presentation Layer
Presentation layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Pressentation Layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. Tidak seperti layer-layer di bawahnya yang hanya melakukan pemindahan bit dari satu tempat ke tempat lainnya, presentation layer memperhatikan syntax dan semantik informasi yang dikirimkan.
Satu contoh layanan pressentation adalah encoding data. Kebanyakan pengguna tidak memindahkan string bit biner yang random. Para pengguna saling bertukar data sperti nama orang, tanggal, jumlah uang, dan tagihan. Item-item tersebut dinyatakan dalam bentuk string karakter, bilangan interger, bilangan floating point, struktur data yang dibentuk dari beberapa item yang lebih sederhana. Terdapat perbedaan antara satu komputer dengan komputer lainnya dalam memberi kode untuk menyatakan string karakter (misalnya, ASCII dan Unicode), integer (misalnya komplemen satu dan komplemen dua), dan sebagainya. Untuk memungkinkan dua buah komputer yang memiliki presentation yang berbeda untuk dapat berkomunikasi, struktur data yang akan dipertukarkan dapat dinyatakan dengan cara abstrak, sesuai dengan encoding standard yang akan digunakan “pada saluran”. Presentation layer mengatur data-struktur abstrak ini dan mengkonversi dari representation yang digunakan pada sebuah komputer menjadi representation standard jaringan, dan sebaliknya.
Application Layer
Application layer terdiri dari bermacam-macam protokol. Misalnya terdapat ratusan jenis terminal yang tidak kompatibel di seluruh dunia. Ambil keadaan dimana editor layar penuh yang diharapkan bekerja pada jaringan dengan bermacam-macam terminal, yang masing-masing memiliki layout layar yang berlainan, mempunyai cara urutan penekanan tombol yang berbeda untuk penyisipan dan penghapusan teks, memindahkan sensor dan sebagainya.
Suatu cara untuk mengatasi masalah seperti di atas, adalah dengan menentukan terminal virtual jaringan abstrak, serhingga editor dan program-program lainnya dapat ditulis agar saling bersesuaian. Untuk menangani setiap jenis terminal, satu bagian software harus ditulis untuk memetakan fungsi terminal virtual jaringan ke terminal sebenarnya. Misalnya, saat editor menggerakkan cursor terminal virtual ke sudut layar kiri, software tersebut harus mengeluarkan urutan perintah yang sesuai untuk mencapai cursor tersebut. Seluruh software terminal virtual berada pada application layer.
Fungsi application layer lainnya adalah pemindahan file.
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya menggunakan protokol melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program-program, dan perangkat keras (printer, hardisk, dan sebagainya).
Tipe-Tipe Jaringan
Local Area Network (LAN)
Merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor, perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer dan scanner) dan saling bertukar informasi.
Metropolitan Area Network (MAN)
Pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
Wide Area Network (WAN)
Wan mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program aplikasi.
Manfaat Jaringan Komputer
1. Sharing Resources
Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan, atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.
2. Media Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi yang penting lainnya.
3. Integrasi Data
Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat, karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah maka dapat terbentuk data yang terintegrasi yang memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.
Read More..
Tipe-Tipe Jaringan
Local Area Network (LAN)
Merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor, perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer dan scanner) dan saling bertukar informasi.
Metropolitan Area Network (MAN)
Pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
Wide Area Network (WAN)
Wan mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara atau benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program aplikasi.
Manfaat Jaringan Komputer
1. Sharing Resources
Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan, atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.
2. Media Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi yang penting lainnya.
3. Integrasi Data
Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat, karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah maka dapat terbentuk data yang terintegrasi yang memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.





































