Padd Solutions

Converted by Falcon Hive

G O O G L E C H R O M E
OPERATING SYSTEM


Google Chrome OS merupakan sistem operasi yang berbasis open source dan baru bisa dinikmati pertengahan akhir 2010. Pada akhir tahun 2009 Google berencana membuka kode sumbernya ke public untuk bekerja sama dengan komunitas open source dalam pengembangan Google Chrome OS. Google Chrome OS menggunakan kernel Linux.
Google membuat sebuah sistem operasi Google Chrome OS yang nantinya ditujukan kepada para pengguna netter yang lebih banyak menggunakan komputernya untuk berselancar di internet. Kecepatan, kesederhanaan dan keamanan merupakan aspek kunci dari Sistem Operasi Chrome buatan Google. Google Chrome OS lebih menitiberatkan pada Web, akses cepat dan ringan pada saat boot dan arsitektur keamannya dirancang seperti browser Google Chrome yaitu para penggunanya tidak perlu disibukkan dengan virus, malware, dan update keamanan.
Bukan hanya sistem operasi yang akan dirilis google namun Net Book dengan Google Chrome OS akan dirilis di semester 2 tahun ini. Menurut IBtimes (www.ibtimes.co.uk/articles/20091227/google-chrome-based-netbook-tech-specs-are-out.htm) net book tersebut akan beredar tahun ini dan dijual dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu antara $200-$300 (dalam rupiah sekitar Rp. 2000.000-Rp. 3000.000). Wah..wah.. sangat terjangkau kan dengan layar ukuran 10.1 inch dan spesifikasi yang lengkap??


H A I K U
OPERATING SYSTEM


Haiku adalah sebuah sistem operasi open source yang di tujukan kepada komputasi personal. Be Operating System ialah inspirasi dibangunnya dan dikembangkannya Haiku. Haiku mudah digunakan, dan mudah dipelajari bagi semua kalangan, kecepatan dan efisiensinya tidak kalah dengan operating system yang lain. Saat ini Haiku dapat dijalankan di system AMD dan Intel 32 bit, Haiku juga mendukung Flash.

Perbandingan Haiku dengan OS yang lain
  • Spesifik fokus pada komputasi personal
  • Custom kernel dirancang untuk tanggap
  • Fully threaded desain untuk efisiensi besar dengan CPU multi-processor/core
  • Kaya OO API untuk pengembangan lebih cepat
  • Database-seperti sistem berkas (OpenBFS) dengan dukungan untuk diindeks metadata
  • Unified, kohesif antarmuka


S Y M B I A N
OPERATING SYSTEM


Symbian OS merupakan sistem operasi yang digunakan untuk telepon seluler. Symbian OS diimplementasikan program aplikasi (Application Programming Interface; API). API mendukung terhadap komunikasi dan tingkah laku yang umum pada hardware yang dapat digunakan oleh objek aplikasi lain. Hal ini dimungkinkan karena API merupakan objek antarmuka yang didefenisikan pada level aplikasi, yang berisikan prosedur dan fungsi (dan juga variabel serta struktur data) yang mengelola/ memanggil kernel dimana sebagai penghubung antara software dan hardware.
Sistem operasi Symbian sendiri dibuat dengan bahasa C++. Sistem operasi Symbian adalah sistem operasi 32 bit, dengan konsep little endian dan berjalan pada beberapa tipe arsitektur mikroprosesor ARM (Advance RISC Machines). Sistem operasi Symbian bekerja dengan prinsip preemptive multitasking. Dukungan terhadap perangkat-perangkat keras terintegrasi dalam kernel extention yang ditulis dalam Dll (Dynamic linking library) yang terpisah. Kernel berjalan dalam mode privileged dan memberikan layanan ke aplikasi yang berjalan dalam mode unprivileged lewat User Llibrary. Symbian OS juga memberikan kumpulan-kumpulan library seperti networking (TCP/IP, PPP, FTP) communication (Bluethooth, IrDA). Layanan-layanan tersebut dapat diakses dengan menggunakan konsep hubungan client-server. Client mengunakan layanan API yang diberikan oleh server untuk berkomunikasi dengan server. Semua hubungan komunikasi client-server diatur oleh kernel.
Symbian OS sendiri bukanlah software yang sifatnya open source secara penuh karena meskipun terdapat ketersedian API dan dokumentasinya, yang banyak membantu pihak pengembang aplikasi untuk membuat software yang berjalan di atas sistem operasi ini, dipublikasi untuk umum namun tidak untuk kode source sendiri.


Arsitektur Symbian OS
Secara umum arsitektur Symbian OS sendiri dapat gambarkan menjadi empat lapisan berdasarkan penggunaan API yang tersedia, yaitu :

  1. Lapisan pendukung aplikasi (Application Utility Layer). Lapisan ini terdiri dari berbagai pendukung yang berorientasi pada aplikasi. Hal ini memungkinkan aplikasi lain (diluar sistem operasi) untuk berintegrasi dengan aplikasi dasar yang tersedia pada sistem operasi. Bentuk layanan lain termasuk proses pertukaran data dan manajemen data.
  2. Lapisan layanan dan framework antarmuka grafis (GUI Framework). Lapisan ini merupakan framework API yang tersedia untuk memberi dukungan terhadap penanganan input user secara grafis maupun suara yang dapat digunakan oleh aplikasi lain.
  3. Lapisan komunikasi. Lapisan ini berfungsi sebagai sistem operasi yang fokus diimplementasi pada peralatan komunikasi mobile, Symbian OS memiliki kumpulan API yang fokus pada lapisan komunikasi. Bagian teratas pada lapisan ini terdapat dukungan pencarian dan pengiriman pesan teks. Berikutnya adalah antarmuka yang memberi dukungan komunikasi seperti Bluetooth dan infrared(IrDA) serta USB. Yang terakhir pada lapisan ini adalah protokol komunikasi berupa TCP/IP, HTTP, WAP dan layanan telepon.
  4. Lapisan sistem API dasar. Lapisan ini merupakan kumpulan API yang mendukung pengasksesan data memori, tanggal dan waktu, serta sistem dasar lainnya.


G O O G L E A N D R O I D
OPERATING SYSTEM


Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android juga menyediakan platform terbuka bagi para pengembang guna menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Alasan google menciptakan Google Android OS ini karena perkembangan teknologi telepon seluler dewasa ini sudah bukan merupakan evolusi lagi, melainkan sebuah revolusi. Sekarang seseorang mempunyai PC di rumah dan notebook untuk ke kantor atau kuliah, serta berkomunikasi melalui telepon seluler. Maka pergerakkan yang kemudian terjadi sekarang adalah, orang mulai berpikir bagaimana menyatukan semuanya dalam satu genggaman.
Sebenarnya hal tersebut telah mulai dipenuhi dengan munculnya PDA/smartphone, di mana seseorang dapat memenuhi semua kebutuhan komputasinya dalam satu genggaman. Dan perkembangan inilah yang membuat Google berambisi untuk menguasai pangsa ini.


Features of Google Android
  1. Handset layouts. The platform is adaptable to larger, VGA, 2D graphics library, 3D graphics library based on OpenGL ES 1.0 specifications, and traditional smartphone layouts.
  2. Storage. The Database Software SQLite is used for data storage purposes
  3. Connectivity. Android supports connectivity technologies including GSM/EDGE, CDMA, EV-DO, UMTS, Bluetooth, and Wi-Fi.
  4. Messaging. SMS and MMS are available forms of messaging including threaded text messaging.
  5. Web browser. The web browser available in Android is based on the open-source WebKit application framework. The browser scores a 93/100 on the Acid3 Test.
  6. Java support. Software written in Java can be compiled to be executed in the Dalvik virtual machine, which is a specialized VM implementation designed for mobile device use, although not technically a standard Java Virtual Machine.
  7. Media support. Android supports the following audio/video/still media formats: H.263, H.264 (in 3GP or MP4 container), MPEG-4 SP, AMR, AMR-WB (in 3GP container), AAC, HE-AAC (in MP4 or 3GP container), MP3, MIDI, OGG Vorbis, WAV, JPEG, PNG, GIF, BMP.
  8. Additional hardware support. Android can use video/still cameras, touchscreens, GPS, accelerometers, magnetometers, accelerated 2D bit blits (with hardware orientation, scaling, pixel format conversion) and accelerated 3D graphics.
  9. Development environment. Includes a device emulator, tools for debugging, memory and performance profiling, a plugin for the Eclipse IDE.
  10. Market. Like many phone-based application stores, the Android Market is a catalog of applications that can be downloaded and installed to target hardware over-the-air, without the use of a PC. Originally only freeware applications were supported. Paid-for applications have been available on the Android Market in the United States since 19 February 2009. The Android Market has been expanding rapidly. By December, 2009, it had over 20,000 Android applications for download.
  11. Multi-touch. Android has native support for multi-touch which is available in newer handsets such as the HTC Hero. The feature was initially disabled at the kernel level (possibly to avoid infringing Apple's alleged patents on touch-screen technology. Google has since released an update for the Nexus One and plans to release an update for the Motorola Droid which enables multi-touch natively.



A m i g a O S 4.1.
OPERATING SYSTEM


AmigaOS adalah sistem operasi asli default dari komputer pribadi Amiga. Sistem ini pertama dikembangkan oleh Commodore International, dan awal diperkenalkan pada 1985, yaitu Amiga 1000. System ini berjalan pada seri Motorola 68k dari mikroprosesor 16-bit dan 32-bit, kecuali untuk AmigaOS 4 berjalan pada mikroprosesor PowerPC.
Tombol exit pada AmigaOS terletak diujung kiri atas berbeda dengan system operasi lain yang kebanyakan berada pada kanan atas. Di puncak kernel preemptive multitasking yakni Exec, ia melibatkan suatu abstraksi perangkat keras unik Amiga, suatu sistem operasi disket yang disebut AmigaDOS, sebuah system berjendela API disebut Intuition dan dengan antarmuka pengguna grafis disebut Workbench. Sebuah command line interface disebut Amiga Shell juga tersedia dan terintegrasi pada system. GUI dan CLI saling melengkapi dan berbagi keistimewaan.

Komponen
AmigaOS dapat dibagi ke dalam dua bagian: the (ROM) Kickstart dan ckram-cakram Workbench. Versi-versi Kickstart dan Workbench biasa dirilis bersamaan, untuk digunakan bersama-sama pula. Tetapi sejak Workbench 3.5, rilis pertama sejak Commodore International menghentikan pengembangan, AmigaOS hanya menjadi perangkat lunak, distandardisasi pada KICKSTART versi 3.1 di dalam ROM.
Kickstart adalah ROM bootstrap. Kickstart mengandung kode yang diperlukan untuk menge-boot perangkat keras Amiga standar dan banyak komponen inti AmigaOS. Fungsi Kickstart sebanding dengan BIOS ditambah kernel Windows utama di dalam IBM PC compatible. Tetapi, Kickstart memberikan fungsionalitas yang lebih banyak pada saat boot daripada yang sejenis yang diharapkan di PC, misalnya, lingkungan penuh jendela.
Kickstart berisi banyak pasokan sistem operasi Amiga, seperti Exec, Intuition, inti AmigaDOS dan fungsionalitas untuk menggunakan perangkat keras perluasan Autoconfig. Artinya adalah Amiga yang dinyalakan sudah memiliki banyak bagian penting dari sistem operasi yang tersedia. Versi terbaru Kickstart berisi driver-driver untuk kontroler SCSI dan IDE, port PC card, dan beraneka perangkat keras lain yang terpaket di dalam Amiga.
Sewaktu start-up atau reset, Kickstart melakukan sejumlah pemeriksaan sistem dan diagnostik, kemudian memulakan chipset Amiga dan beberapa komponen inti sistem operasi. Kemudian ia akan memeriksa perangkat-perangkat terhubung yang di-boot dan berupaya untuk menge-boot dari yang memiliki prioritas boot tertinggi. Jika tidak ada perangkat boot, maka layar akan menampilkan permintaan kepada pengguna untuk memasukkan sebuah disket / flopy disk.

Features of AmigaOS 4.1.
• Fully skinnable GUI
• 680x0 emulator
o Implemented JIT and improved compatibility
o Optimized, 10% to 50% faster
• Screenblanker system which supports external plugins as new blanker modules
• TRIPOS (BCPL) - latest legacy code removed
• Improved TCP/IP stack, including firewall capabilities
• Virtual memory
• Limited memory protection
• CD–DVD writer support, including Mt. Rainier
• Integrated debugger
• Integrated viewer for PDF and other document formats
• Enhanced shared library model
• Improved input device support
• Support for modern hardware devices
• New USB stack
• New PCI stack
• New interface module (replaces the jump table of classic AmigaOS)
• Stack enlargement
• Resource tracking
• Faster memory allocation system, similar to what is used on Solaris
• 2 GB file size limit removed
• New version of AmiDock with plug-in support
• New CDFilesystem with Joliet and HFS support, DVDRW support
• HDToolbox replacement
• New HD recovery tool
• Added support for Truetype and Postscript fonts, with optional anti-aliasing
• Integrated Picasso 96 2D graphics API
• Integrated Warp3D 3D graphics API
• Integrated AHI sound API


S U N S O L A R I S 8
OPERATING SYSTEM


Solaris adalah salah satu UNIX yang paling dikenal dunia. Solaris dibuat oleh Sun Microsystem. Solaris berjalah pada high−end hardware yang dapat mendukung puluhan processor, GB RAM, serta harddisk. Ia banyak digunakan sebagai platform oleh aplikasi enterprise, seperti Oracle. Solaris didesain untuk berjalan pada processor SPARC (Scalable Processor Architecture) yang diproduksi oleh SUN. Karena SUN mengontrol sendiri hardware dan software, mereka dapat mengembangkan system dengan fitur2 menarik, seperti, hot-swappable RAM, mainboard, harddisk, CPU.
OpenSolaris adalah OpenSource versi Sistem Operasi Sun Solaris, tetapi Sun Solaris terdiri dari lebih beberapa kode yang tidak hanya inti dari Sistem Operasi misalnya : Source untuk Installer, Desktop, Software.
Open Solaris memiliki banyak fitur yang menjadikan OpenSolaris bisa digunakan untuk skala penggunaan yang besar dari penggunaan untuk desktop PC atau Mobile PC. Konsep Open Solaris adalah sebagai berikut :
1) Free Redistribution : Didistribusi secara bebas.
2) Source Code : Sumber (Source) harus tersedia untuk semua distribusi.
3) Derived Works : Setiap orang bisa mengubah kode dan mendisrtibusikan kembali.
4) No Discrimination : Kode harus disediakan untuk seseorang untuk dikembagkan.

Beberapa kelebihan OpenSolaris dibandingkan dengan Sistem Operasi lain :
  1. ZFS : System Rstore.
  2. DTrace L : Dapat mengamati dimana aplikasi banyak menggunakan waktunya dan berapa lama.
  3. Manajemen Kegagalan : Mencegah, mendiagnosa dan memperbaiki error.
  4. Zona : Mengimplementasikan sebuah abstraksi Sistem Operasi yang memungkinkan beberapa aplikasi berjalan secara terisolasi satu dengan lainnya di perangkat keras fisik yang sama.
  5. Multimedia. Melalui Open Solaris kita dapat mengembangkan aplikasi-aplikasi network, membangun network virtual, menyimpan file-file kuliah atau kerja sehingga aman dari para hacker maupun virus berbahaya. Fasilitas lainnya adalah CD Installernya yang bebas digunakan dan didistribusikan juga support dapat diperoleh jika ada trouble.

Features of Solaris 8

  • Field of Application
- CAD (computer aided design) applications
- Stable system for databases, data centre
- Intranet server as well as Internet or file server, Internet client

  • Structure information
- Multi-processor capable of up to 8 CPUs (Kernel limited to 21 CPUs)
- UNIX derivat
- Realtime OS (timing up to 1 nanosecond)
- 64-bit operating system (UltraSparc), 32-bit on x86, (Intel)
- Monolithic Kernel

  • System Environment
- Optional CDE 1.4 or OpenWindows 6.4.1
- SPARC platform and Intel processors, PowerPC
- supports new hardware technologies like USB, FireWire, SCSI, Hot Plug, ACPI
- Scalability: more than of 4 gbyte RAM, max. 64 CPUs
- File system: UFS (0x83), logging of all writing processes, protection against inconsistencies
- Read/Write: FAT, FAT32, ISO9660
- Java support, Perl integrated for CGI programming among others

  • Strength
- Support LDAP authentification and NDS
- Supports automatic and dynamic reconfiguration of hardware devices
- Cover various Internet and intranet applications like DNA, Senmail, IPv6, IPsec
- High Internet Security

(0) Comments

Post a Comment

MonozCore train-set
MonozCore train-set
MonozCore train-set
MonozCore train-set